Google Gerak Satu Dimensi | Dark Wizard of Scientist

July 08, 2013

Gerak Satu Dimensi

Jika diketahui, persamaan gerak 2.1 menjadi turunan kedua persamaan differensial biasa untuk fungsi yang tidak diketahui sebagai suatu fungsi atau semua variabel t, x dengan v. untuk beberapa gerak yang diperoleh dari system dinamik, semua variabel dinamik (x, v, F, p, T dan lain-lain) diasosiasikan dengan semua system sebagi berikut, arah, fungsi pada waktu t, yang masing- masing dengan nilai-nilai pasti tergantung pada waktu t secara khusus. Walaupun dalam beberapa hal variabel dinamik masing- masing gaya dapat diketahui untuk memperoleh hubungan fungsi pola x, atau v kombinasi dan x, v dan t.

Sebagai contoh, gaya gravitasi pada sebuah benda yang jatuh dari ketinggian dari tanah diketahui sebagai fungsi waktu. Pergeseran tarikan pada masing-masing benda tergantung pada kecepatan dan di atas tanah; jika keadaan atmosfer berubah, itu akan tergantung pada t. jika F diberikan sebagai F (x,v,t) ketika x(t) dan v(t) diketahui fungsi ini dapat disubstitusikan dengan memberi F sebagai fungsi waktu t; walaupun secara umum ini tidak dapat diperoleh sampai akhirnya fungsi F(t) dapat didefenisikan pada gerak partikel yang dimungkinkan. Dalam beberapa hal , jika F diberi sebagai F(x,v,t) yang mana F tergantung pada variabel ini. Akhirnya persamaan 2.1 menjadi persamaan differensial yang disebut:

clip_image002[4] = clip_image004[4] 2.9

Ini adalah tipe kedua yang paling umu persamman differensial biasa dan kita dapat dibingungkan dalam bab ini denga kesimpuan materi ini dan aplikasi, masalah mekaniknya.

Persamaan (2.9) diaplikasikan untuk semua gerak dari partikel sampai aksi dari gaya khususnya. Secara umum, ada banyak jenis gerak, untuk persamaan 2.9 hanya menggambarkan percepatan partikel pada setiap waktu tertentu dari posisi dan kecepatannya yang juga singkat. Jka kita mengetahui posisi dan kecepatan sebuah partikel pada waktu tertentu, kiyta dapat menentukan posisinya pada waktu yang singkat . dengan mengetahui percepatannya , kita dapat menentukan kecepatannya dalam waktu yang singkat. Dengan cara ini, kita dapat menentukan posisi dan kecepatan suatu partikel jika posisinya x0 dan kecepatannya v0 diketahui pada waktu t0. beberapa harga x0 dan v0 akan ditunjukkan pada gerak vertical. Kita sebut t0 pada kecepatan awal, walaupun itu mungkin untuk momen tertentu dalam sejarah partikel, dan nilai untuk x0 dan v0 pada t0 kita sebut keadaan awal. Sebagai gantinya harga khusus x dan v awal, kita peroleh harga awal dari jumlah dua harga x dan v yang dapat dijelaskan:

Sebagai contoh, kita dapat spesifikasiakan x0 dan momentum awal p0 = m.v0. keadaan awal ini, bersama dengan persamaan (2.9) kemudian dijelaskan dengan baik oleh defenisi secara jelas dimana dapat berupa sebuah fungsi x(t) yang unik yang menjelaskan gerak partikel dipengaruhi kondisi khusus.

Teori matematika dari persamaan differensial orde dua ditunjukkan untuk hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapakan dari masalah fisika murniyang diselesaikan dengan persamaan. Teori yang ditegaskanini biasanya sebuah persamaan dari bentuk (2.9) memounyai penyelesaian x(t) bersambung yang unik yang diambil dari harga x0 dan x dipilih dari harga awa;l t0 dari t. “biasa” maksudnya disini adalah dimulainya pelajaran mekank oleh siswa “ dalam semua kasus menarik tentang fisika”. Komponen persamaan differensial (2.0) diperoleh dari masalah persaman diferensial. Kita ketahui bahwa beberapa masalah fisika selalu mempunyai pemecahan yang unik, dan oleh karena itu beberapa fungsi gaya F(x,x,t) yang dapat terjadi dalam sebuah nasalah fisika yang perlu diselesaikan untuk harga-harga x,x,t untuk fisika. Jadi biasanya kita tidk perlu cemas mengenai kesimpulan yang sudah ada. Walaupun masalah mekanika melibatka beberapa penyederhanaan dari hal Sfisika actual, dan itu mungkin penyederhanaan/ kalaupun tidak diubah dalam berbagai bentuk hasil permasalahan matematik tidak selamanya memiliki pemecahan yang berbed pada saat dihadapkan dengan permasalahan yang sulit, mereka berkonsultasi dengan intuisi fisika atau memeriksa letak kesalahan pada saat ditemukan. Beberapa aturan yang diterapkan untuk menyelesaikan persoalan matematika, tetapi cara tersebutlah yang paling tepat dan cepat untuk memperoleh solusi dari prmasalahan. Ahli fisika dituntut untuk memehami dan menggunakan metoda ,atematika yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika.

Keberadaan teori untuk persamaan (2.9) menyatakan adanya solusi matematika yang lain. Untuk semua permasalahan yang akan timbul dalam percobaaan. Dalam beberapa kasus solusi yang pasti dapat ditemukan dari metoda pertama. Kebanyakan masalah ditentukan dengan cara yang sederhana. Pada dasarnya permasalahan mekanika pada fisika dapat diselesaikan tanpa banyak kesulitan. Kenyataannya, satu alas an mengapa beberapa masalah selalu diabaikan karena dapat dengan mudah diselesaikan. Ahli fisika memusatkan perhatian menentuka dan membuktikan hokum fisika. Dalam pembuktiannya, mereka bebas untuk memilih dengan analisis matematika agar tidak terlalu sulit dilaksanakan. Berbeda dengan ahli mesin, mereka memeilih permasalahan karena mudah dipecahkan. Tetapi karena cukup berguna. Dalam permesinan banyak permasalahan muncul karena pemecahannya sangat sulit atau tidak mungkin diperoleh. Dengan berbagi metode yang diperoleh akan didapat solusi yang akan dibahas dalam berbagai sudut pandang, dan yang terpenting adalah pemecahan masalah sesuai dengan apa yang ditemukan. Kita diharapkan mengalihkan perhatian pada beberapa contoh yang dapat diterapkan dengan metode sederhana.

Technorati Tags: ,,,Sains,Fisika
Share this post

0 comments

Comment & suggestion....

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2013 Dark Wizard of Scientist
Original Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSS Comments RSS
Back to top